Dampak Perubahan Teknologi
Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah
pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan
keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang
dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan
adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak
bertanggung jawab.
Berbicara
tentang dampak dari perkembangan IPTEK, maka kita akan dihadapka pada
berbagai bidang, bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini
peyang dapat dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK, seperti yang
kita lihat sekarang ini, semua orang dalam kehidupannya sehari-hari
hampir tidak bisa lepas dari teknologi, seorang dosen kalau pergi ke
kampus tidak lupa membawa, laptop dan LCD, setiap orang selalu
berdampingan dengan HP, saat jam istirahat di rumah, selalu ditemani
dengan tayangan Televisi, dan lain sebagainya, kesemuanya itu hanya
sebagian kecil dari pengaruh perkembangan yang ditimbulkan oleh IPTEK.
Dengan adanya perkembangan IPTEK manusia medapatkan berbagai kemudahan
dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Bahkan saat sekarang ini
hampir setiap orang itu tidak bisa terpisah dari adanya teknologi,
setiap orang memanfaatkan alat komunikasi langsung jarak jauh seperti
HP untuk berhubungan dengan orang lain yang berjauhan. Orang kalau
ingin bepergian ke luar negeri tidak lagi memerlukan waktu yang lama,
karena mereka tinggal naik pesawat terbang, dengan beberapa menit saja
mereka sudah sampai di tempat tujuan yang dituju, selain itu berbagai
kegiatan yang pada awalnya dilakukan dengan menggunakan banyak tenaga
manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya perkembangan IPTEK
semuanya itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk
melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat
daripada menggunakan tenaga manusia secara manual.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK,
manusia sangat banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan
menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga harus sadar akan adanya
berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan oleh adanya perkembangan
IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan bagi manusia itu sendiri.
Diantara bidang yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK adalah:
bidang pendidikan, bidang informasi dan komunikasi, bidang ekonomi dan
industri, dan bidang politik. Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai
dampak perkembangan IPTEK tersebut, berikut akan dijelaskan mengenai
dampak IPTEK tersebut.
Contoh Dampak Perubahan Teknologi :
1. Bidang Pendidikan
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century”
merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang
dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu:
Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan) Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together
(belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat
pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru
sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan teknologi
informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
(1) dari pelatihan keterampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan
(5)
dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan
dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak
hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan
dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan
tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat
memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber
melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching”
atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan
menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah
e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media
teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg
(2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi
internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang
belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan
jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi
dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke
pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet
yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang
pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan
dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih
luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa
teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau
computer. (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Robin
Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa
mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis
seperti sekarang ini, akan tetapi berupa: (1) komputer notebook dengan
akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang
berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi
dengan kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang
dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk
masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk saku dengan
perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat
musik, (5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal
itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti
berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu
belajar.
Sebagai
sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini
teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang
kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan,
dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi
permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah
tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977).
Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir
dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang
mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan,
peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan.
Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari
pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu
saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.
Teknologi
pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan
zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari kita sering dijumpai
adanya pemanfaatan dari perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan,
seperti yang sering dilakukan oleh guru yaitu mengkombinasikan alat
teknologi dalam proses pembelajaran.
Internet
merupakan merupakan salah satu alat komunikasi yang murah dimana
memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih.
Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses
belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan
efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Namun
demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh lupa bahwa
teknologi itu tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan juga
akan dapat mendatangkan dampak negative, inilah yang harus tetap kita
waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering kita lihat dimana-mana
banyak para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan pasilitas
teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat
mendatangkan dampak yang negatif.
Beberapa dampak positif dan negative dari perkembangan teknologi terkait dengan dunia pendidikan, yaitu:
a. Dampak positif
1)
Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu
dan pusat pendidikan. Seperti jaringan internet, lab computer sekolah,
dll.
Dampak
dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku
terhadap informasi yang diajarkan oleh guru di sekolah, tetapi mereka
juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.
2) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
Dengan
kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa
mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut
dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara
mudah oleh siswa.
3) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Selama
ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran
yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya
kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa
dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan
lain-lain.
4) Adanya sistem pengolahan data hasil penelitian yang menggunakan pemampaatan teknologi.
Dulu,
ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan
analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan
dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua
tugas yang dulunga dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang
cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan
menggunakan media teknologi, seperti computer, yang dapat mengolah data
dengan memanfaatkan berbagai program yang telah diinstalkan.
5) Pemenuhan kebutuhan akan pasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat.
Dalam
bidang pendidikan tentu ada banyak hal dan bahan yanga harus
dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu pengandaan soal ujian. Dengan
adanya mesin photocopy, untuk memenuhi kebutuhan akan adanya jumlah soal
yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya
kalau itu dilakukan dengan secara manual. Tapi dengan perkembangan
teknologi mesin photocopy, semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam
waktu yang singkat.
Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu:
1) Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik
2) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / kompleks
3) Mempercepat proses yang lama
4) Mengahadirkan peristiwa yang jarang terjadi
5) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau di luar jangkauan
b. Dampak negatif
Disamping
dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan
muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK
dalam proses pendidikan, antara lain:
1) Siswa menjadi malas belajar
Dengan
adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar,
seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat
siswa jadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang
menghabiskan waktunya untuk berinternetan yang hanya mendatangkan
kesenangan semata, seprti main Facebook, Chating, Frienster, dll, yang
kesemuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2) Terjadinya pelanggaran asosila
Sering
kita dengan diberita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asosila
dilakukan oleh seorang siswa terhadap siswa lainnya, seperti
terjadinya tauran antar pelajar, terjadinya priseks, dll.
3)
Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu
dan pusat pendidikan yang dapat disalah gunakan oleh siswa.
Dengan
munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini
dapat menimbulkan adanya berbagai perilaku yang menyimpang yang dapat
terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk
main game, main VS, main Facebook, Chating lewat internet. Sehingga
yang semula waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah
digunakan untuk bermain, sehingga jam belajar menjadi habis dengan
sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap
hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para
siswa bahkan mahasiswa.
4)
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa
dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi
malas.
Dengan
adanya pasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses
pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi
malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas
untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing,
karena cukup mencari bahan lewat internet dan mengkopi paste, sehingga
siswa semakin menjadi malas belajar.
5) Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam.
Selama
ini sering kita melihat dan mendengan di siaran TV, tentang adanya
kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari
penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi
yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari
satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk
melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga
kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
6) Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Pada
awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang
bersifat positif, namun pada akhirnya seringkali tujuan itu
diselewengkan dengan berbagai alasan. Contohnya, seorang heker, dengan
kemampuannya melakukan penerobosan system sebuah kantor atau perusahaan,
mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok langsung
ke bank atau ke kantor, cukup dengan melakukan pembobolan terhadap
system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat
keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya.
7) Adanya penyalahgunaan sistem pengolahan data yang menggunakan teknologi.
Dengan
adanya pengolahan data dengan sistem teknologi, sering kali kita
temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil
penelitian yang dilakukan oleh siswa bahkan mahasiswa, ini mereka
lakukan hanya untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan
kebenaran hasil penelitian yang dilakukan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar